Laman

Senin, 21 Januari 2013

blablabla

gue sering deh, baca tweet atau status orang yang isinya 'lebih enak pdkt dibanding pacaran' atau 'lebih enak pas pertama jadian.'
ga salah sih, gue pribadi juga sering ngerasa gitu. catet ya, sering!
oke, sebelum post kali ini berubah jadi curhatan, kita balik ke pokok persoalan.

well, setelah gue merenung dalam jangka waktu yang tidak sedikit jika memiliki satuan sekon (abaikan) gue akhirnya menemukan alasan mengapa kalimat kalimat tersebut akhirnya lahir. alasan ini (dengan bangga) gue kasih nama #TeoriThere
tanpa mengurangi rasa hormat terhadap pencetus pencetus teori di bidang lain, mari kita simak teori gue.
ini mungkin ga penting, jadi sangat disarankan untuk berhenti membaca saat mood anda sudah berubah. okesip.

jadi menurut gue, ada dua alasan kenapa orang bisa bosen atau males sama hubungannya yang (katanya) ga kaya dulu.

pertama, mungkin karena yang diawal itu sifat asli pasangan lo, dan yang sekarang itu hasil modifikasinya.

jadi gini, waktu masih pdkt atau baru jadian, respon/sifat yang doi tunjukin itu mungkin emang respon alaminya kalau ngadepin sesuatu.
nih misal lo ngambek, respon spontan doi mungkin minta maaf atau ngirim sms bertubi tubi sampe lo maafin. dan kalau doi lakuin itu terus terusan, secara ga sadar lo bakalan terbiasa. tapi secara ga sadar juga (karena emosi) lo mungkin bakalan marah. marah karna doi nyepam hingga akhinya keluarlah kalimat "kamu kok blablabla jadi pacar tu blablabla dong" nah setelah itu dia mikir dan akhinya kalau lo marah dia mungkin akan minta maaf, tapi cuma sekali. takut lo marah, takut lo keganggu. padahal kaya yang gue bilang tadi sebenernya lo udah terbiasa sama respon alaminya, sampe endingnya lo bakalan bilang waktu pdkt itu lebih asik dari sekarang.

kedua, mungkin karena doi waktu lo pdkt/awal jadian itu sifatnya masih yang boongan, buat narik perhatian lo.
yang kedua ini sih udah pada tau pasti. jadi menurut teori kedua ini, sifat doi yang lo liat sekarang mungkin emang sifat aslinya. manis di awal, asem ditengah, sepet di akhir. ga perlu dibahas panjang ya, nalar aja.

yang ketiga, mungkin karena lo sendiri belum siap buat terlibat sama hubungan yang melibatkan emosi. emosi di sini ga cuma amarah, tapi ya macem macem. lo terlalu terlena sama rasa nyaman pas pdkt atau standar bahagia lo terlalu tinggi sampe akhirnya waktu ada sedikit masalah lo cuma bisa ngeluh dan nyalahin keadaan atau objek lain sampe akhinya muncullah kalimat tersebut diatas. ga salah, cuma ga pas.

nah sekarang coba tanya diri sendiri kira kira berubahnya rasa nyaman lo itu karena sifat pasangan lo yang berubah atau ternyata lo sendiri yang jadi objek perubahan? :p

NB: post ini cuma uraian semata, tidak layak dijadikan alasan putus, belum pernah diuji dalam percobaan berulang, dan hanya kumpulan kata belaka.

Published with Blogger-droid v2.0.6

Minggu, 20 Januari 2013

teman

aku tak mengerti, dimana logika ketika rindu tumpah ruah di objek yang salah.
aku tak mengerti, dimana logika ketika hati tak dapat berhenti berfikir tentang mereka yang melukai.
aku tak mengerti, dimana logika ketika diri masih menanti untuk disakiti.
aku tak mengerti, dimana logika ketika senyum merekah justru disaat air mata siap tumpah.
aku tak mengerti, dimana logika ketika mereka selalu punya kesempatan kedua untuk orang yang telah menyiapkan beribu alasan untuk menghancurkannya.
aku tak mengerti, dimana logika hingga membiarkan ia mengurai derita untuk kesekian kali.
aku tak mngerti, mengapa logika hanya diam justru ketika orang orang dengan kasih sayang penuh itu disia-siakan.

Published with Blogger-droid v2.0.6

Sabtu, 19 Januari 2013

kemarin

kamu ga perlu tau seberapa keras saya berusaha. yang perlu kamu ingat, jadi apapun saya nanti adalah semata mata karena kebesaran Tuhan saya, bukan kerja keras saya sendiri.

Published with Blogger-droid v2.0.6

Senin, 14 Januari 2013

140113

jadi dulu, waktu ada sedikit konflik, gue pernah minta, kalau gue sama kapres endingnya ga bagus, gue minta supaya Tuhan bikin kapresnya suka sama orang.  Dan kayanya sekarang gue harus siap buat sakit hati..

Published with Blogger-droid v2.0.6

Hari ini, 14012013.

gue bukan orang pinter, bukan.
nilai gue pas pasan, gue tau.
disana, ada banyak yang lebih.
Tapi soal mimpi, gue puny kriteria tinggi.
Dan lo tau? rasanya tu nyamaaannnn banget ada di atmosfir mimpi.
saat temen temen lo nargetin unive impian mereka, dan kita sama sama ngucap amen.
gue yakin Tuhan denger, Tuhan gue yang luar biasa baik, ngedenger amen kita guys. Tuhan denger.
Gue mau di ITB. mungkin nekat, tapi gue cuma  percaya, mujizat ga akan terjadi kalau lo cukup kuat dan cukup pintar.
itu sebabnya SF ITB jadi pilihan, karna gue terlampau percaya, Tuhan akan ngebuat semua yang mustahil jadi mungkin.
Dan nanti, kalau gue sukses, lo smua harus inget, bukan gue yang keren, tapi Tuhan yang terlampau hebat. Tuhan Yesus yang sangat sangat sangat sangat canggih.
gue bukan apa apa.
kita bukan apa apa.
Tuhan harus semakin besar dan gue semakin kecil.
FK UNPAD, FMIPA ITB, SF ITB, FKG UNPAD, FPMIPA UPI, IPB, UGM, UNDIP, itu semua punya Tuhan kok, gausah takut. kalau Tuhan yang punya, ya lo harus deket sama Tuhan biar Tuhan ijinin kita  masuk.
di setiap target ada mimpi.
setiap mimpi punya harapan, dan kita cuma perlu iman buat ngebuat semuanya jadi nyata.
usaha? waktu kita punya iman, kita akan dengan sukarela ngelakuin kewajiban kita. jadi usaha itu menurut gue sepaket sama iman. karena iman tanpa perbuatan itu mati. karena kita cuma perlu ngelakuin bagian kita dan ada saatnya nanti kita perlu bilang "Wow" atas apa yang udah Tuhan buat dalam hidup kita.
yeay dalam nama Tuhan Yesus, SF ITB 2013.

nb: buat @unesco_01, i proud to be a part of this awesome class, i proud to be a part of you guys!!!!! saya bangga pernah kenal kalian! :)

Published with Blogger-droid v2.0.6

Jumat, 04 Januari 2013

Thank You 2012, Welcome 2013 [Theresa Apriliani Tanudjaya]

Tahun ini, dimulai hari ini.

pengabaian itu mudah, pengabaian itu sederhana. Mengabaikan hari ini berarti mengabaikan 1/365 tahun. Dan aku telah membuang 86400 detik, selama 365 hari. untuk makan, untuk tidur, untuk rutinitas, dan bermimpi. hanya mimpi.

Untuk 2012,
ketika terbangun, ada mimpi baru yang aku bentuk. semangat baru untuk mewujudkannya, dan kemudian menguap seiring bertambah tingginya mentari. terus berlalu, hingga aku sadar telah berada di penghujung, kemudian melihat ke belakang, dan tau tak banyak resolusi besar terjadi disana.
aku naik kelas.
aku tujuh belas tahun dan belum memegang kartu tanda penduduk, padahal di awal tahun aku sangat mndambakannya. dewasa.
aku dibaptis.
aku mngunjungi beberapa universitas besar negri ini. melirik masa depan, tapi belum menginjakkan kaki di tempat pencapaian terbesarku nanti. Institut Teknologi Bandung.
aku menemukan sedikit ketertarikan akan kerajinan tangan dan rajutan. walau barang yang aku hasilkan mungkin akan mmbuatmu kapok melihat kerajinan dengan jenis yang sama. terlalu...
aku menyiapkan banyak buku, rangkuman pelajaran yang belum tersentuh. usaha maksimal menyongsong mimpi. walau aku tau di luar sana ada lebih banyak orang yang telah mengambil tindakan nyata, membaca misalnya.
aku mencoba mnulis naskah, dan hanya berlangsung sampai tiga bab pertama kemudian mngulangnya dari awal. selalu begitu hingga tak ada satu pun daripadanya yang berhasil menjadi utuh.
jadi tahun 2012 aku sebut tahun persiapan.
persiapan merajut mimpi.
persiapan mencapai mimpi.
dan aku siap membuatnya menjadi nyata.
terimakasih. bagaimanapun, kita takkan dapat menggapain mimpi tanpa bermimpi terlebih dahulu. dan kamu telah memberikan sangat banyak waktu untuk bermimpi, jika akhirnya nanti kamu melihat mimpiku nyata, ini semua berawal dari kamu dan pengertianmu memberi ruang. 2012.

untuk 2013,
selamat datang! aku senang akhirnya kamu datang! Membawa waktu, membawa ruang untuk mimpi.
aku hanya butuh hari ini untuk menulis mimpiku, target pencapaianku. dan 361 hari sisanya akan menjadi pembuktian kemana kertas itu berjalan, menjadi nyata atau terabaikan.
aku ingin menjadi mahasiwi Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung.
aku ingin merasa siap untuk UN dan SBMPTN nanti.
aku ingin merasa layak untuk menjadi mahasiswi disana.
aku ingin kuliah tanpa membuat beban baru di pundak papah mamah.
aku ingin menikmati beberapa bulan terakhirku di sekolah menengah atas.
aku ingin namaku ada di salah satu cover novel, sebagai penulis.
aku ingin menghasilkan uang sendiri.
aku ingin membangun Panti Asuhan, Sekolah Dasar, atau sekedar tempat bermain dengan perpustakaan di dalamnya. mungkin bukan untuk tahun ini, tapi nanti.
aku ingin memiliki restoran, dimana mereka yang benar benar lapar dapat makan tanpa beban. tanpa harus memberi imbalan. mungkin bukan untuk tahun ini, tapi nanti.
aku ingin menjadi apotker, nanti.
dan aku ingin terus bermimpi.
aku menuliskannya disini, bukan semata mata ingin memajang mimpi, tapi hanya agar aku punya tanggung jawab untuk mewujudkannya.
merasa malu jika tidak tercapai, merasa risih jika hanya diam.
jadi apa mimpimu? bagaimana jika kau menuliskannya juga? siapa tau kita dapat saling mengingatkan, dan akhirnya berjalan sesuai rute masing masing. kemudian bertemu di tempat yang sama, pencapaian.
Bermimpilah, karena hanya di mimpi kita bebas. Kita boleh serakah. Tidak ada yang mustahil disana, dan untuk mewujudkannya, kita hanya perlu melakukan bagian kita dan jangan batasi Tuhan untuk menyelesaikannya. Bermimpilah. Karena jika kamu dapat menjadi apa saja dalam mimpi, kenapa di kehidupan nyata tidak? bedanya hanya pada usaha yang kita berikan, selain merangkai kita juga harus mulai bertindak. bermimpilah!
karna tahun hanyalah kumpulan dari banyak hari, mari kita memulainya dari hari ini.
dan dalan nama Tuhan Yesus, aku siap. :)
Hbu? :)

GagasMedia http://gagasmedia.net
Bukune http://bukune.com
Gammara Leather http://gammaraleather.com

Published with Blogger-droid v2.0.6