terkurung dalam sangkar, terpuruk dalam sepi.
berceloteh pada kehidupan tak boleh, menunggumu bicara entah sampai kapan.
memohon bantuan kau larang, kau sendiru tak berusaha menolong.
sibuk sekarang; tak bisa saat ini; ah basi. kemarin kau juga tak bisa, dua hari yang lalu juga kau tak ada.
mungkin ini maumu.
mendekapku dalam kesendirian.
sendiri dalam luka.
sendiri saat gundah.
takut. kecewa. letih. termakan sendiri.
melabeliku dengan status milikmu.
tanpa kau tunjukan aku benar kepunyaanmu.
aku mengerti. sungguh aku mengerti.
kau tak punya waktu, tapi kau juga tak mau.
simpan saja maafmu. aku yakin nanti kau akan mengucapkannya lagi. aku bosan. aku cape nangis terus.
setiap moment adalah untaian kisah yg dirancangNya menjadi sebuah jalur kehidupan :D
Kamis, 25 Oktober 2012
251012 0202pm
Selasa, 23 Oktober 2012
241012 03:08
ini adalah ketika aku menanti, untuk janji yang tak pernah terucap. 45 menit.
aku terjebak asa. antara harap dan khayal, atau mungkin bukan keduanya.
terombang ambing dalam sepi, terjebak kalimat tak pasti.
segala sesuatu yang bersifat sepihak, mungkin takkan pernah menjadi hal menyenangkan. termasuk rindu.
namun keputusanmu untuk berharap, ia hanya tanggunganmu.~ dalam hal ini, akulah si pengambil hal sepihak, jadi biar aku berharap sendiri. sakit sendiri. kecewa. hanya untukku. sendiri. saat ini. aku bahkan tak punya hak untuk mengeluh, terlebih menuntut. jadi tenang saja, sayang.
Sabtu, 06 Oktober 2012
jahat
Setiap manusia itu jahat. Ya, lo, gue, kita jahat.
Kemaren pagi gue diingetin sesuatu pas lagi di ojek mau ke sekolah. Gue ngerasa jahat banget.
Kalau misalnya ada dua orang yang katanya saling mengasihi, saling sayang. Misalkan aja si A sama si B. Misal si A ngebohongin si B, trus si A minta maaf, tapi ga lama ngebohong lagi, trus minta maaf, dimaafin lagi, kaya gitu aja terus. Menurut lo, si A jahat ga? Yups! Jahat banget.
dan sayangnya kitalah si A, Tuhan yang B nya.
Tuhan sayang sama kita, sayang banget. Dia nyiptain kita, ngasih kita keluarga yang harmonis, ngasih nafas, cuma cuma, karna Dia sayang. Kita juga sering kan bilang sayang ke Tuhan? Mengagung agungkan Tuhan, muji Tuhan tapi ga pake hati. Ga lama setelah itu kita ngelakuin kesalahan, trus minta maaf. Dan gitu terussss.
Bayangin kalau lo jadi Tuhan. Gimana sakitnya dibohongin, gimana ga enaknya nerima janji janji yang ga kebukti, nerima gombalan yang cuma di mulut. Berapa kali kita minta maaf? Berapa kali kita ngelakuin kesalahan yang sama? Berapa kali kita bikin Tuhan sakit hati? Banyak.
Tuhan itu baik banget guys. Baik. Banget. Sering banget gue gapercaya sama Tuhan, sering banget gue minta befulang ulang, padahal Dia sendiri bilang Dia tau apa yang gue butuh. Sering banget gue minta maaf, buat commit yang ga bertahan lama.
Kalau orang pacaran, trus pacarnya ngilang, ga ngasih kabar, pasti yang satunya marah, bete, khawatir juga. Sebisa mungkin kita kabarin pacar walau cuma sms.
Tapi dari dua puluh empat jam dari yang Tuhan kasih, berapa jam yang lo kasih buat Tuhan? Buat sekedar ngasih kabar atau bahkan ngobrol? Tuhan nunggu setiap kata lo dalam doa, ga peduli lo doa pake bahasa pujangga atau bahasa sunda. Tuhan cuma mau ngobrol sama lo.
Padahal sayangnya Tuhan ke kita lebih dari sayang semua yang kita kenal.
Jahat kan? :"
Minggu, 30 September 2012
ini tantangannya?
jadi sebulan ini di gereja gue lagi dibahas tentang tantangan.
gue sendiri ngerasa tantangan gue akhir akhir ini adalah soal ITB. tapi tadi gue mikir lagi. ITB itu tantangan gue atau cuma keinginan gue. trus gue berdoa sama Tuhan, nanya soal itu.
pas pulangnya di mobil om gue nanya soal jurusan.
dan dia bilang gue itu terlalu idealis. mau ngambil farmasi, padahal bla bla bla.
gue malah disarankan ngambil ekonomi atau it, padahal gue sama sekali ga berminat.
dia bilang orang itu ga bisa hidup dari idealis.
orang idealis butuh uang.
ya emang semua butuh uang, tapi bukannya Tuhan gue Tuhan yang bakalan mencukupi?
dia nanya nanti kalau udah sarjana mau ngapain, mau kerja?
gue bilang mau nerusin ke apoteker, mungkin emang kerja dulu, tapi gue percaya one day gue bakalan buka apotek, dan saat itulah idealis bisa diterapkan.
kesana mungkin emang susah, tapi mujizat ga akan dateng waktu kita cukup kan? gue ga mau memposisikan diri di zona nyaman, karna waktu gue nyaman, gue ga bakal ngerasain penyertaan Tuhan, ga akan ngerasain pertolongan Tuhan.
gue kesel aja beliau nentang karna hal klasik, susah nyari uang. heloowwwww Tuhan itu dahsyat mennn, it works.
jadi mungkin ini tantangan gue, ngambil farmasi di ITB, biar suatu saat orang orang tau siapa Tuhan yang gue sembah.
happy sunday.
Selasa, 18 September 2012
Dalam mimpi, kita boleh serakah.
di dunia mimpi, semua masih bebas. ga ada aturan.
kalau di dunia nyata semua terlihat terlalu sulit, kita bisa merangkai mimpi.
mimpi ga cuma waktu kita tidur, mimpi juga bisa dijadiin target buat masa depan.
hari hari ini gue lagi coba merangkai mimpi.
gue punya banyak keinginan yang emang sebates tinggal di pikiran gue.
tapi ya gpapa ya, bermimpi jadi astronot juga ada sensasinya kok, berasa jadi astronot beneran.
dan yawn, yang paling gue suka di mimpi adalah ga ada batasan. di mimpi lo boleh serakah.
yang ini aje ya postanny? soalnya ini postan lama, tema lama, jadi udah lupa mau nulis apa.
Kamis, 06 September 2012
aku dalam cerita
Dalam setiap kisah, aku ingin menjadi tokoh antagonis.
Yang mungkin keberadaannya akan banyak dibenci.
Karena disana ada banyak orang yang rela mengantri untuk berpura pura baik.
Memang bukan bagian dari pembohongan, karena toh semua orang tau kita adalah penipu.
Pemakai topeng yang baik.
Rabu, 05 September 2012
Aku adalah si egois.
Memahamimu mungkin juga sulit.
Proses ini sepertinya akan panjang.
Dan bila di persimpangan nanti kau pergi.
Maaf jika aku takkan memilih untuk memperjuangkanmu sendiri.
Aku tak cukup kuat meyakinkan diriku, dan mengalah serta membiarkanmu memilih mungkin adalah hal yang tepat.
Aku adalah si egois.
Yang membenci perubahan, dan terlalu peka pada perbedaan perlakuan.
nanti mungkin tak sama.
Maaf jika saat itu aku belum siap dan meyakinkan diri untuk mundur.
Aku hanya tak mampu tenggelam dalam adaptasi yang mungkin akan sedikit melukai.
Aku adalah si egois.
Yang telah berusaha percaya pada kita.
Tapi kepercayaan yang tertanam tak benar benar ampuh mengikis ketakutan.
Takut terluka, takut melepasmu.
Aku adalah si egois.
yang terlalu banyak menuntut ini atau itu.
Dibalik ini atau itu, aku hanya ingin melihat keseriusanmu, dengan caraku.
Bila itu mnyulitkanmu.
Aku janji tak akan mengijinkan dendam tinggal jika akhirnya aku dan kamu tak lagi bernaung pada kata kita.
Mungkin marah itu akan menyala.
Tapi percayalah, itu amarah terakhir yang aku punya, untukmu.
Jadi jika kamu tak keberatan, tolong mengerti.
Sabtu, 01 September 2012
Gue bukan orang baik, sekian. Lo bisa pergi sekarang. Selamat!
Kamis, 30 Agustus 2012
dear, kamu.
Saat kamu membaca ini, mungkin kita telah lupa alasan tulisan ini lahir. Telah kembali pada putaran waktu normal yang baik, saat itu pasti menyenangkan.
Aku sedang mempelajari ini, bagaimana cara mengasihi seseorang. Tanpa menuntut, tanpa meminta, tanpa amarah, dan selalu percaya.
Tapi aku sedang belajar, bukan mempraktekan sebuah ilmu yang telah aku kuasai. Aku masih belajar, yang artinya akan ada banyak kesalahan menyertai. Aku masih belajar, aku belum mahir dalam membuat orang lain tersenyum, nyaman.
Aku mengatakan ini bukan supaya kau menuntutku. Mempertanyakan kesungguhanku saat aku salah. Aku memang tidak main main, jadi tolong beri aku waktu hingga mampu.
Sekali lagi, aku masih belajar, belajar darimu. Jadi tolong, saat aku jatuh nanti, jangan biarkan aku bangun sendiri, tapi topang aku. dan dengan begitu aku tau aku tidak berjalan sendiri.
Minggu, 26 Agustus 2012
Mantan sebagai novel.
Ide posting ini udah dari beberapa hari yang lalu sebenernya. Jadi ceritanya gue menemukan beberapa atau mungkin sedikit kesamaan antara mantan dan novel. Dalam persepsi gue doang sih kayanya .-.
Gue suka banget baca novel, bahkan jauh lebih suka tau sebuah cerita dari novel tebel dibanding nonton filmnya. Gue sih emang ga ngoleksi, cuma peminjam rutin ckck.
Ada beberapa novel yang gue punya sendiri, dan walaupun udah keabisan bahan bacaan, gue paling males ngebaca novel novel yang pernah gue baca. Males aja gitu terjebak dalam imaginasi yang sama dimana lo udah tau edingnya. Dan setelah gue pikir pikir, gue juga punya perasaan yang sama terhadap orang yang pernah jadi pacar gue. Buat apa gitu balikan sama orang yang sama, punya cerita sama, bahkan mungkin nanti endingnya sama. Agak buang buang waktu menurut gue.
Jadi sebenernya kalau putus itu kita lagi nyelesein satu novel. Tinggal tergantung kita mau baca novel baru dengan kisah barunya atau tetep stuck di novel sama yang ceritanya emang udah abis, berharap bisa baca lagi novel itu dengan ending yang beda. Tapi gue sih mending baca novel lain, lagipula menurut gue setiap cerita itu pasti sad ending. Ya misal lo sama cowo lo hidup bahagia, bahagianya sampai kapan? Sampai maut memisahkan? Sampe mati kan berarti? Yakali nanti pacar lo meninggal lo ga nangis-_- ujung ujungnya sad ending kan? Cuma masalah waktu sebenernya, ada novel yang tebel dan tipis, ada pacar yang bawa kebahagiaan sebentar atau lama. Ada cerita yang ngebekas atau cuma numpang lewat. Tergantung lo nya sih.
Nah ada lagi, orang yang pacaran sampe bertahun tahun. Walau lama kaya gitu, mereka pasti pernah putus nyambung kan? Itu gue ibaratin kaya lo lagi baca tetralogi novel. Kaya harry potter mungkin. Mungkin lo akan dituntut untuk mengakhiri novel pertama, mungkin juga ada jeda setelahnya. Biasanya sih jedanya ga terlalu lama karna secara ga sadar lo pengen terus baca cerita kedua, dan itu kita sebut balikan. Terus kaya gitu sampai bertahun tahun, sampai akhirnya ceritanya bener bener tamat. Mungkin ini saat maut memisahkan.
Bisa aja sih selama 'jeda' itu lo nemu novel lain, tapi kalau kata gue, pasti ada lah rasa buat nyelesein novel berserinya.
Nah sekarang kita bedain balikan di novel berseri sama balikan di novel sekali abis. Balikan di yang novel berseri itu gue rasa waktu kita sama si doi udah beneran cocok, walaupun baca novel lain, pasti ada rasa buat ngelanjutin, dan rasa ini ga cuma dari si pembaca, tapi novelnya juga. Buktinya novelnya nyiapin kisah kisah baru yang berkelanjutan kan?
Kalau di novel yang sekali abis, itu biasanya si pembacanya yang ngotot pengen ngelanjutin, tuntutan sepihak. Ya tapi si novelnya ga ngerespon, karena kan emang ceritanya udah abis. Ini kaya kisah kita yang mungkin stuck di satu cowo, padahal baru pacaran beberapa bulan tapi tetep keukeuh ngarep balikan selama bertaon taon. Dan si cowo tetep ga ngerespon gitu, kan ceritanya emang udah abis.
Ya jadi pesen gue #buatdirisendiri , sebelum putus, pikirn dulu waktu jatuh cinta sama doi, apa yang kita suka. Yakali gitu kita gajadi putusnya. Trus kalau mau balikan, pikir juga kenapa kalian putus. Emang udah siap diasakitin buat yang kedua kali?
Emang sih ga sesimple itu, tapi kadang berfikir logis itu ga ngerugiin kok.
Sekian ya, God bless you abundantly and happy sunday guys :)
Sabtu, 25 Agustus 2012
excuse me, are you God?
Harusnya sih ngepost tadi siang, tapi karna satu dan lain hal jadi ya baru ke post sekarang hehe
libur lebaran kali ini agak beda, anak sekolahan gue dikagetkan oleh sebuah kasus yang memakan korban. Waktu hari beliau meninggal, seisi dunia maya ribut. Ada banyak doa untuk korban, jumlahnya ga lebih banyak mungkin dari cacian yang diterima si pelaku. Waktu itu pelakunya belum ketahuan yah.
Pas denger gue sih rada ga percaya, Bapak ini (korban) orangnya baik, taat lagi. Ga pernah mulangin gue dan anak anak lainnya sebelum jam pulang :| beliau sih yang paling ramah dari semua satpam menurut gue, dan mungkin senyumnya lebih sering berkata kata dibanding sapaan yang jarang ia lontarkan.
Hari ini dunia maya heboh lagi, karena si pelakunya udah ketemu. Dan harusnya anak sekolah gue kenal sama bapak itu (pelaku). Kebanyakan mereka sih pada ga nyangka, beberapa bilang beliau jahat dan semcamnya. Gue gerah deh ngeliatnya.
Gini deh, mungkin bapak itu emang udah ngelakuin kesalahan. Tapi apa perlu kita nge judge dia sampe segitunya? Dunia maya itu bisa diakses siapa aja mbabro. Gue rasa dia juga pasti udah cukup tertekan sama rasa takut, rasa bersalah, malu dan yang lainnya karna perbuatannya. Jadi apa perlu kita nambahin bebannya? Apa dengan kita bilang dia jahat bakalan ngebantu dia? bikin dia berubah jadi baik? Buat orang awam yang ga kenal bapak itu dan ngeliat sindiran sindiran tentang bapak itu di dunia maya, pasti mikirnya bapak itu jahat banget. Padahal yang gue tau, selama gue kenal sama beliau, beliau baik kok. Senyum kalau ketemu, ga pernah marah kalau kita minta tolong, bahkan ngucapin 'saya duluan ya' pas dia turun dari angkot ke gue, yang notabene nya bukan siapa siapa, cuma murid. Gue pribadi sih emang ga nyangka, tapi yang kemdian terpikir adalah kasian. Gimana ngga, dia pasti dibenci sama ratusan bahkan mungkin ribuan anak sekolah gue, belum keluarganya, pasti malu banget kan?
Ya mungkin dia berdosa karena udah ngelakuin kaya gitu, tapi apa kita yang ngejudge beliau udah suci? Bukannya dosa itu ga pandang bulu? Ga ada dosa besar dosa kecil? Berarti kita sama berdosanya kan? Terus kenapa kita yang berdosa pake bilang jahat ke orang berdosa lainnya? Agak stupid kan? Mungkin sekarang beliau udah nangis minta maaf dalam sujudnya, dan apa Tuhan bilang 'lo jahat!' waktu beliau minta maaf? Ngga kan? Jadi kalau Tuhan aja ga ngejudge dia kaya gitu, siapa kita berani nilai orang lain seekstrim itu? Apa kita udah lebih dari Tuhan?
Gue tadi jadi inget cerita waktu ada perempuan yang ketauan berzinah dan mau dilempari batu di depan Tuhan Yesus. Dan waktu itu Tuhan Yesus bilang "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Dan ga ada yang ngelempar batu. See? Kita ga punya hak buat menghakimi guys! Udah ada polisi kan? Mereka yang punya kewajiban, jadi kenapa kita sok lebih pintar? Dan lagi, mungkin kita ga pernah ngebunuh nyawa orang, tapi kita bisa membunuh kepribadian seseorang lewat ucapan guys, jaga mulut please. Kasian.
kita juga harusnya mikir, pasti ada alasan di baliknya. Gue bukan mau membenarkan, cuma ya mbo dipikir dulu toh, kalau kita jadi dia dengan segala alasan yang dia punya, apa kita ga akan ngelakuin hal yang sama? Malah bisa jadi lebih parah.
Bisa aja kan salah satu anggota keluarganya ada yang sakit parah, dia ngerasa ga mampu dan ga ada yang mau nolong, atau mungkin ada anggota keluarganya yang suka menuntut terlalu banyak sampe akhirnya dia frustasi dan menghalalkan segala cara. Bisa aja kan?
hah. Sorry kalau tulisan gue agak nyolot, tapi gue nulis apa yang pengen gue omongin, bukan apa yang penen kalian baca. Sekali lagi sorry kalau tersinggung. Tapi gue juga berdosa kok.
Jadi tolong ya, berhenti nulis yang aneh aneh. Sekali lagi, kasian. Kalau mau tahu, boleh boleh aja. Tapi ga perlu berkomentar berlebihan. Kita emang bisa berpendapat secara bebas, tapi bukan untuk menjatuhkan orang lain kan?
jadi tetep, gue jauh lebih suka stalker dibanding spammer, ya walaupun tanpa spammer mungkin ga ada stalker. #Yang ini abaikan.
Sekian deh, gutnait guys! God bless you abundantlu. :)
Kamis, 23 Agustus 2012
Mau mancing pake apa?
Anak jaman sekarang itu kreatif kreatif banget loh dalam membuat istilah! Kaya istilah jomblo. Jaman dulu sih mana tau orang yang gapunya pacar itu dipanggilnya jomblo. Sekarang malah ditambahin, ada jojoba atau jomblo jomblo bahagia, dan bahkan jones alias jomblo ngenes. Miris ya!
Nah mungkin karena gamau dipanggil jones, beberapa anak muda labil mulai giat cari gebetan. Yang ini lebih miris lagi! Padahal dari yang gue baca, kalau di amerika orang orang jomblo itu malah dibanggakan loh. Mereka itu berpendirian berarti. Ya maklum orang sana kan individualis.
Beberapa jam yang lalu gue baca tweet seseorang, dan setelah gue pikir, ada benernya.
Jadi dia itu bilang gini, ngedapetin pacar atau bahkan jodoh itu sesuai sama umpan apa yang kita pake buat mancingnya.
Ya bener dong? Nih misalkan kita mancingnya pake duit, pake motor, mobil, atau gadget. Ya wajar kan kalau endingnya kita dapet nya cewe atau cowo matre?
Atau ngga kita mancingnya pake bedak, muka dipoles biar cantik atau mungkin ganteng. Jangan heran kalau nanti kita malah dapet cewe atau cowo yang cuma nafsu. Mata itu cuma ngeliat apa yang keliatan loh, dan salah kalau kita bilang dari mata turun ke hati. Bukannya impuls apapun yang kita terima itu dibawa ke otak sampe akhirnya menghasilkan respon? Hati ga ada dalam sistem regulasi guys!
Ada lagi, sekarang kan lagi jamannya social network, disana bisa jadi gudangnya cari pacar loh! Tapi ya itu tadi, kalau kita mancingnya di sosnet, pake umpan so so perhatian, nyoba mention mentionan, jangan kecewa kalau satu waktu pacar yang kita dapet juga nyari perhatian dari orang lain, karena dia emang butuh perhatian kan makanya nerima lo? Atau bisa aja beliau jadi suka mentionan sama orang. Jangan salahin dia guys kalau endingnya lo jealous. Sosnet emang dunia nya kan? Lo bahkan nemu dia di dunianya.
Jadi yang bener mancing pake apa? Pake doa guys! minta Tuhan tunjukin mana jodoh lo. Inget lah Tuhan kan yang nyiptain kita, masa iya Dia bakalan ngasih yang jelek? Skenario kita udah dibikin kali, kita tinggal nunggu sebenernya. Kalau disana udah pasti ada yang terbaik buat kita, ngapain main main sama yang ga penting?
Maaf nih ye kalau tulisan gue agak berat. Cuma gini deh, emang lo mau ngegalau tiap malem? Nangisin orang yang belum tentu buat kita? Mending nunggu yang pasti pasti aja.
Ohiya! Buat yang udah punya pacar (kaya gue haha) ga harus putusin pacar lo detik ini juga cuma karena mau nunggu yang pasti kok, jalanin aja. Tapi tetep mancing pake doa ;)
Gue sih mintanya kalau dia emang yang Tuhan kasih, gue minta supaya Tuhan atur semunya biar sesuai sama jalanNya. Kalau dia bukan jodoh gue, gue minta Tuhan ngebuat dia suka atau sayang sama orang lain yang mungkin jodohnya, biar dia ga galau pas putus :p nah guenya? Gue sih optimis ga galau, kan gue punya Tuhan, lagian kan gue juga lagi nunggu pangeran gue o:) haha
itu salah satu contoh mancing pake doa dengan diselipin sedikit curhat buat yang punya pacar. Buat yang jones, gue yakin lo lebih kreatif sob! Wkak
sekian deh, sorry kalau ke - le - bay - an .
See you ya ! :)
Jumat, 03 Agustus 2012
ngambek
entah dari siapa, gue tau kalau udah nikah itu kebanyakan cewe lebih sering disakitin daripada cowo, dan menurut apa yang gue liat, saat pacaran, cewe lebih sering ngambek dan merepotkan cowo dibanding sebalinya. jadi entah benar atau tidak, gue menyimpulkan, kalau pas pacaran cewe sering ngambek, mungkin pas nikah nanti dia akan jadi tokoh yang dibikin sakit hati pas nikah, kenapa?
alasan pertama gue itu ya tadi, karena gue liat kenyataan kalau pas pacaran cewe yg sering ngambek, dan gantian, pas nikah cewe yang dibikin pusing.
kedua, karena yang gue tau, cowo itu bisa aja mengalami pubertas kedua, dan itu hal yang paling bisa bikin cewe sakit hati.
ketiga, ego cowo setelah nikah itu lebih besar. ini katanya loh, gatau bener atau ngga. atau bisa aja cowo udah cape ngalah terus. cowo juga katanya lebih cepet kembali ke anak anak sifatnya. tapi entah deh ya.
keempat, mungkin ini takdir. hukun tabur tuai. kita nabur apa pas pacaran, itu juga yang lu dapet pas nikah.
well, ini sih cuma pikiran gue, dan tingkat kebenarannya ga lebih dari 30% haha tapi buat para cewe (termasuk gue) turunin ya frekuensi ngambeknya, ntar kena karma lohh :p
berhubung jamnya masih ngaco, gue kasih tau aja yaaa, sekarang jam 2:20pm. thx for reading, God bless youu :)
Rabu, 01 Agustus 2012
kemaren, kemarennya. kemaren lusa.
setelah gue telaah (bahasa ebat), kayanya tulisan gue sekarang semakin ga bermutu. kenapa gue bilangnya semakin ga bermutu? karena kalau gue bilang 'jadi ga bermutu' berarti sebelumnya tulisan gue bermutu. padahal dari dulu itu ga bermutu makanya gue tulis semakiin ga bermutu. okesip.
well, ini itu kejadiannya kemarn kmarennya, kalau lo bingung, baca aja hari senin. tapi berhubung kemarn kemarennya itu gue masih sedikit labil, dan dikhawatirkan terlalu frontal dan tidak terkontrol, sehingga menyebabkan beberapa pihak tersinggung dan salah faham, jadilah gue megurungkan niat.
tapi ternyata, sesuatu yang tertunda itu tidak baik teman. gue udah ga ada feelnya jadi ga menggebu gebu lagi, ceritanya juga udah jadi basi hhh.
ini itu tentang sesuatu yang tak terduga dan agak menyakitkan wkwk well, masih praduga sih. tapi keakuratannya mendekati 99,9%!
jadi ini tentang orang, yang kenal ga kenal sih. ehm gitu deh. aduh bingung ceritanya, nanggung kalau ga nyebut nama haha
gini deh, gue agak bingung gue punya salah apa, dan apakah orang itu sebenernya gasuka gue? tapi masalahnya apa? *mulailabil
gue sih gamau nethink atau kepedean,tapi momentnya pas aja gitu. hahaha yasudahlah, kita juga ga kenal sih. jadi buat ap repot. iya ga? wkwk
eniwey haduh bingungs deh ane gimana caranya ngebenerin nih jam d blogger. jadi masa iya setiap gue ngepost gue tulis jamnyaaaa hhhh. kalau kalian mau tau, sekarang jam 5:18pm lohhhh-_-
Senin, 30 Juli 2012
TG
beberapa hari yang lalu gue abis baca novel yang judulnya LUNA. itu novel punya winda. gue belom baca semuana sih, tapi winda udah ngasih gambaran penuh ceritanya.
uhm jadi ceritanya itu tokoh utamanya cowo, genius, good looking juga, punya ade cewe yang IQnya ga gitu menonjol dan ga digambarin sih dia cantik atau ngga.
usut punya usut, ternyata si cowo ini itu punya hasrat alami sebagai cewe, ya kelainan gitu. jadi tiap malen dia itu berdandan ala cewe, nama aslinya liam, tapi sebagai cewe dia namain dirinya sendiri luna.
dari kecil kelainannya emang udah keliatan, dia lebih suka mainan cewe dan bahkan pernah minta hadiah ulang tahun bra pas ultah yang ke11 atau 13 gitu.
sebenerny bokapnya juga udah nyadar ada yang salah sama diri anaknya. cuma ya bokapnya keras, dan malah masukin liam ke tim baseball, padahal jelas jelas liam gasuka. nah yang tahu soal ini itu cuma adekny yang cewe, jadi agak kesiksa juga sih.
karena pribadinya emang cewek, dan dia jenuh pura pura jadi cowok, dia akhirnya ngelakuin transgender. pertamanya sih bonyoknya nentang, tapi ya mau gimana lagi~
dan yang gue dapet adalah, diluar sana ada banyak orang terperangkap dalam tubuh cowo dan pengen banget jadi cewe bebas, yang gausah ngumpet ngumpet atau dikucilin masyarakat. sedangkan cewe yang tulen aja kadang masih ogah ogahan, gamau ngurus badanny. layakny gue gitu deh. uhm miris.
Nb: sekedar ngasih tau sekarang jam 6:38am
Jumat, 27 Juli 2012
pengganti Tuhan
Pemikirannya bermula dari gue yang sakit perut. Tadi pagi. Abis minum kopi. Hah.
Jadi nyokap gue itu pernah bilang, ga cuma bilang sih, tapi mraktekin. Kalau anak kecil sakit perut dijalan, kantongnya taroin batu, nanti sakit perutnya ilang. Sometimes emang kejadian, dan gue juga gapercaya kebetulan, gue lebih gapercaya lagi kalau batunya yang nyembuhin.
Gini loh maksud gue, waktu kita sakit perut, kenapa harus pake batu? Tuhan kita kan lebih hebat dari batu. Kasus batu ini sama kaya kasusnya ponari, ya gitu deh ya.
Trus ada lagi, ini juga ceritanya datang dari nyokap. Jadi waktu itu badan nyokap pada pegel. Jadilah beliau manggil tukang urut. Selesai ngurut, ni ibu ibu minta air putih, yaudah gue kasih kan. Nah setelah gue kasih, menurut penuturan nyokap, tu ibu baca baca apa gitu trus nyokap disuruh minum airnya. Gue sih gatau tu minuman dibacain apa, mungkin doa atau yang lainnya. Tapi kan berdoa ga perlu pelantaraan air minum, kalau dia emang mau ngedoain nyokap biar badannya rada enakkan, doain aja langsung. Tuhan kita ga cuma bisa nyembuhin kalau ada air kan? Bahkan tanpa apa apa juga Dia bisa ngasih kesembuhan. Eniwey nyokap ga minum airnya.
Gue pengen ngebahas yang boneka hujan juga, dan itu perbandingannya sama nabi Elia. Ehm tapi ga enak sama orang Jepang.
Jadi gini aja deh, jangan bikin Tuhan cemburu sama hal hal kaya gitu ya, inget aja Tuhan kita itu lebih hebat dari semua yang diciptainNya.
See you ya.
Nb: gue nulis ini jam 7:54am. Gatau deh muncul jam berapa di blognya-_-
Senin, 23 Juli 2012
orangtua-anak
Pasti pernah dong ngeliat cewe cantik, cowo ganteng, atau remaja sukses tapi keluarganya biasa aja? Kadang karena udah ngeliat anaknya yang *wah* kita jadi mikir nyokap bokapnya juga pasti wah. Padahal kalau ditilik ga semuanya kaya gitu.
Emang sih anak mewariskan faktor genetik yang bikin dia hampir sama kaya induknya. Tapi kan jadi apanya si anak nanti tergantung juga sama faktor lingkungan.
Kalau katanya dibalik pria sukses ada wanita hebat, dibalik anak sukses juga ada orangtua yang hebat, gimanapun bentuknya.
ehm hubungan ortu anak itu mungkin kaya gini~
Kalau lo ngerasa cantik atau ganteng, yakin deh, dibelakang lo ada bokap yang rela panas panasan sampe kulitnya hitam, nyari duit buat lo, sampe akhirnya lo bisa mempercantik diri.
Kalau lo ngerasa pinter, dibelakang lo pasti ada orang tua yang berjuang buat otak lo, ngasih asupan gizi baik, nyekolahin lo di sekolah yang wow, masukin lo di tempat les yang udah terakreditasi, atau paling banter nitipin nama lo ke Tuhan lewat doa.
jadi yang mau share adalaahh, apapun lo sekarang, siapapun lo nanti, apapun yang lo punya, percaya deh, Tuhan udah ngasih orangtua terbaik buat lo. Dan yawn kalau lagi sebel sama bonyok, inget aja, setiap orangtua punya cara sendiri buat nunkukin rasa sayangnya, dan yang orang tua lo lakuin sekarang, itu cara terabaik yang dipilih mereka, jangan ngjudge dulu, karena mungkin one day lo bakalan ikutin caranya buat ngedidik anak lo #ngomongbuatdirisendiri
Morning yaawwww B)
Minggu, 22 Juli 2012
permainan pikiran
Pernah liat bintang? Kalau belum, coba deh lo berdiri terus liat cermin,disana ada bintang paling indah... wkwk ngga deng, yang gue maksud disini bintang yg asli, yang kalau diliat dari jauh bagusnya badai tapi kalau dari deket justru ngebunuh lo cuma dalam beberapa detik. See? Bagusnya bintang itu cuma ilusi, permainan pikiran orang orang yang akhirnya kita anggap kebenaran.
Pernah liat orang kidal? Orang yang terbiasa atau lebih sering make tangan kirinya buat ngelakuin sesuatu. Ga jarang di judge orang karena ga pake tangan kanan. Padahal orang kidal justru orang yang bisa menyeimbangkab kerja otak kanan dan otak kiri, dan orang normal cenderung cuma pake otak kiri aja. See? Kita kadang lebih milih 'normal' walau ada yang lebih maksimal.
Pernah denger kata PHP? #Baru baca blog anya hha. Sebutan buat si pemberi harapan palsu. Padahal kadang kitanya aja yang gampang kegeeran, menyalah artikan kebaikan, jadi jangan heran kalau orang baik semakin langka, takut dikira php. See? Kadang orang lain harus nanggung predikat tanpa sebab yang jelas, tanpa ia berbuat salah.
Dan ya, semuanya itu berawal dari mindset kita yang salah. Jadi mending posthink dan benerin tuh mindsetnya. Daripada nanti dikira bodoh atau lebih parahnya ngerugiin orang lain, mending berpikir positif kan? Haha rada gaje ya? Maap ya (。-人-。)
Selasa, 24 April 2012
sepele?
Gue ga pernah nuntut banyak, selama lo kenal gue, apa sih yang pernah gue minta?
Cuma susah banget ya cuma nginget sebagian hal yang gue pengen lo inget? Cuma nginget, ga harus ngambil tindakan nyata atau do something yang ngbuang tenaga lo.
Tau ga sih, waktu lo ngelupain hal hal sepele tentang orang lain itu berarti juga lo nganggep orang itu sama ga berharganya?
Lo minta gue ngingetin. Buat apa? Toh juga nanti lo lupa lagi kan? Ga penting kan? Kesannya gu mau banget diinget gitu ya haha.
Well terserah sih lo mau nyimpen data apa di otak lo, cuma agak kaget aja bahkan ternyata lo ga bisa nyisihin sedikit space buat ini.
Emang sepele, tapi ini berarti gue salah nilai lo. Semua gambaran diri lo di otak gue terlalu bagus, gue terlalu banyak berharap. Dan lo tau? Endingnya sakit.
Ga aneh sih kalau lo ga tau gimana rasanya, toh lo kan emang ga pernah ngerasain.
Entah ya, gue cape sama yang ga pasti. Muak sama omongan lo. Bulshit semua. Inget ga apa yang lo bilang kemaren? Ga inget kan? Karna buat lo itu emang ga penting. HAHA
Minggu, 18 Desember 2011
sepersekian detik
hari ini mungkin akan berlalu, seperti biasa, tak menyisakkan lembaran kisah. setiap detik yang akan datang adalah untaian rahasia yang akan terkuak dengan sendirinya. dan aku menantikannya, menanti keajaiban yang tersembunyi disana.
tertatih dalam jalan yang kau tau dimana akhirnya, menyelam menguak dasar hati yang terbuka, mencari serpihan jawaban pada waktu yang hanya diam, saat itulah tak ada lagi yang dapat kau perbuat, dan aku kembali menunggu.
memandang angkasa yang seolah menjauh, berteriak mencari celah saat semua terasa mematahkan nalurimu, saat itulah kau hanya perlu mendengar, mendengar dan diam.
dari 24 jam waktu yang diberikan, kini hanya tersisa sepersekian detik. sepersekian detik untuk tersadar, terbangun dari mimpi dan menyadari semua telah membaik. dan untuk itulah aku disini, dan inilah yang aku dapat sekarang.
jika aku diberikan kesempatan untuk mengenalmu, aku pasti diperbolehkan untuk membencimu, tapi itu bukan pilihanku. karna nyatanya aku tetap disini, mempertanggungjawabkan sepersekian detik yang aku ambil, menguntai kisah hingga berakhir tanpa luka.