Laman

Minggu, 25 September 2011

kepingan terakhir

laut itu pendengar yang baik. Keluh kesahmu, tangismu, tumpahkan saja ia padanya.
Telinga yang kau butuhkan akan kau dapatkan disana, walau dalam diam.

jika laut punya perasaan, mungkin ia akan bosan. jika di dunia ini ada reward untuk
pengunjung setia karya Tuhan yang dinamakan laut, aku pasti berhak menerimanya.
jika stasiun tv mengadakan award untuk para penonton ombak yang silih berganti itu,
mungkin aku akan menjadi nominasinya, atau bahkan pemenangnya.

setiap hari dalam kalender yang telah berganti empat belas kali itu, tak satu kali pun
aku lalui tanpa berkunjung kesini, ke rumahku.
sekedar mamandangnya, menceritakan hal yang sama terus menerus,
mengutarakan setiap tanya yang ada di benakku, walau tak sekalipun aku dapat jawaban.
tapi aku tau suatu saat laut akan bermurah hati,
dan untuk hal itu lah aku dengan sabar menanti,
karena ternyata ada kalanya logika harus menyerah pada harapan,
dan harapan lah yang menguasai hidupku sekarang.

berlari sendiri itu tidak menyenangkan,
walau engkau akan merasakan kebebasan yang akhir akhir ini sulit didapatkan.
kadang aku ingin terbang, sekedar melepas ketergantunganku selama ini.
dari sinilah semua nya berasal, dan seharusnya disini juga semuanya berakhir.
aku terlahir dengan keluarga yang utuh,
kebahagiaan seperti terlahir hanya untuk kami,
dan mungkin Tuhan murka karena kami tak mau membaginya.
untuk itulah Ia mengambil apa yang kami sebut 'utuh'

Laut mengambil ibuku, dua bulan setelah perayaan terkhir ulang tahunku.
tak lama ia juga memaksaku melepas ayahku, hanya sekedar membuatku terpuruk.
aku tak mampu melawan, bahkan sekedar marah pun aku tak pantas,
karena pada kenyataanya, lautlah yang menemani empat belas tahun perjalanan hidupku selanjutnya.

banyak orang berkata ibuku adalah wanita yang baik,
mereka salah. Ibuku ada lah ibu terbaik, bukan hanya baik.

saat itu aku sedang terlelap, di rumah pohon hadiah terakhir ibu.
semuanya terlalu rumit untuk dimengerti anak kecil berusia delapan tahun.
satu yang aku sadari, semua dapat terjadi ketika kau membuka mata.
perubahan drastis, ibu tak ada, air dimana mana, suasana kacau,
jeritan tangis, orang banyak pergi tanpa arah, airmata tak lebih berharga dari nyawa,
berlalu begitu saja hingga aku tau semua itu bencana.

aku juga tak pernah melihat ayah stelah kejadian itu,
mereka berkata ia murka, dan kemarahannya membuatnya pergi menantang ombak,
hingga ia sendiri harus menelan keangkuhan hatinya,
menyerahkan nyawanya untuk sebuah kehilangan.

yang aku tau, laut yang membawa ayah dan ibu.
untuk itu aku memohon ia mengembalikan mereka,
bercerita padanya seolah ayah dan ibu mendengarkan
di suatu tempat yang tersembunyi.
menangis, berfikir dengan airmata aku mampu mengetuk rasa belas kasihannya,
tapi ternyata laut tak punya hati.

badai kehidupan ternyata lebih ampuh mengalahkan hatiku, harapanku.
aku lelah dan berharap ini cepat berakhir,
hingga aku sadar semua memang telah berakhir.

"ibu, ayah, seharusnya aku tau kalian telah ada di surga, dan bukan di laut.
ibu, ayah, lihatlah aku. aku sudah dewasa sekarang,
aku sudah menjadi sarjana seperti yang kalian inginkan.
ibu, ayah, berterimakasihlah pada Tuhan,
karena Ia telah mengirim seseorang untuk mendampingi
anakmu yang hilang ini.
ibu, ayah, jika aku tau saat itu adalah hari terakhir kali aku dapat bertemu kalian,
aku pasti akan memilih untuk memeluk kalian sedikit lebih lama dan bukan tertidur.
ibu, ayah, hari ini adalah hari terakhir aku berkunjung ke rumahku ini,
karena esok aku akan pergi bersama malaikat yang telah Ia tempatkan disisiku.
tak usah khawatir ibu, ayah, karena sekarang anakmu telah lebih kuat,
walau ada bagian hatinya yang rapuh tanpa kalian..


anakmu yang mengasihimu"




jika selama ini laut telah dengan setia mendengarkanku,
maka dengan membuatnya menjadi perantara suratku pada ibu dan ayahlah
aku berterimakasih padanya,
dan dengan tetes terakhir airmata yang aku miliki
aku melepas kepingan terakhir memory berisi jutaan kenangan di dalamnya ini..

Kamis, 22 September 2011

Agape

hari ini wali kelas gue waktu kelas 10 married,
jadilah gue ke ondangan hhe

berhubung gue balik skola jam 4an kurang,
jadi disanya ga lama, takut kesorean pulangnya.
nah sebelum balik , gue bella sama elsa beli es campur dulu,
yang gue tangkep dari gerobaknya sih bikin orang ga minat,
tapi disitu alpuketnya bikin ngiler whehe

rambutnya udah putih, giginya ompong, dan udah ga muda lagi,
itulah gambaran orang yang ngebuatin es campur buat kita.
bella ngasih uangnya rada gede, dan si kakek bilang ga ada kembalian,
kemungkinannya es nya belum laku banyak,
gerobaknya juga masih penuh hwhw

bayangin deh, di tempat orang nikahan, sesore itu, serame itu,
tapi jualannya masih banyak, miris banget kan?
kepikir ga sih, kalau di tempat nikahan aja kayak gitu,
gimana kalau si kakek dagang keliling?

yang pertama gue pikirin adalah,
kmana anaknya ni kakek?
bukan mau ngejudge atau gimanaa,
toh gue juga ga bener bener kenal si kakek atau anaknya :@
cuma ya ganjil aja gitu keliatannya,
seumuran kakek itu kan harusnya udah bisa istirahat di rumah,
bukan kerja berat gitu,

gue sih berharap gue kedepannya ga akan ngebiarin
nyokap bokap kaya gitu,apa coba yang lo rasain
waktu ngeliat yang kaya gitu dan lo emang cuma bisa ngeliat,
tanpa berbuat apa apa, cuma jadi penonton di kisah pilunya opah opah kaya mereka
yang gue yakin ga cuma terdiri dari satu atau dua kakek, tapi banyak.

pengen deh ngeliat ada banyak orang yang timbul lagi kasihnya,
belas kasihannya, yang bener bener nunjukin kalau kasih agape itu masih ada.
sampe akhirnya indonesia ga cuma punya banyak orang kaya, tapi
juga diisi sama anak anak Tuhan yang kaya,

kemaren ka Le bilang, Tuhan emang bisa pake komunitas kita,
tapi Tuhan juga seneng memulihkan satu bangsa melalui satu orang,
satu orang yang sungguh sungguh naro hati mereka buat bangsanya,
yang bener bener punya hati buat dipake Tuhan,
yang ga cuma penonton tapi jadi pelaku, jadi the History maker,

Tuhan cuma minta hati kita, terlalu sulit kah?
sulit kalau kita ga ngandelin Roh Kudus,
tapi bahkan Tuhan udah ngasih Roh Kudus buat nguatin kita,
see? Tuhan bener bener mau pake kamu loh :)

Senin, 19 September 2011

ga to the lau

kalau buka sosnet, entah itu facebook, twitter atau semacamnya,
hal yang pertama gue lakuin adalah baca status status atau kegiatan
yang muncul di home gue, ini bisa sampe status yang dibuat beberapa jam sebelumnya loh haha
dan kalau udah bosen, gue biasanya punya beberapa account langganan,
account yang sering upstat gitu, dan jadilah gue menjelajah profil mereka whaha *gapenting banget

ga tau juga sih, gue seneng aja bacanya, apalagi kalau status mereka itu
isinya cerita tentang kehidupan mereka (a.k.a curhat) ehm serasa baca cerita gituu ._.v

dan kesimpulan yang gue dapet (boleh setuju atau ngga)
orang yang sering upstat itu biasanya isi statusnya kalau ngga curhatan,
lagu, quote, atau ya sejenis itulah~ *ga salah kok :D
lebih spesifiknya lagi, yang isinya curhatan, itu biasanya isinya tentang harapan,
kemarahan, hal hal sepele yang kadang makna nya cuma bisa dimengerti mereka,
sindiran, hal hal yang ga bisa mereka (atau mungkin termasuk gue) ungkapin, jadi sosnet
dijadiin pelarian, berharap "si orang itu" ngeliat dan nyadar (yang ini pengalaman menn whehe)
dan ada juga yang (bahkan) mengasihani diri sendiri, yah, rada tragis emang~

well, yang rada tragis ini yang biasanya orang jaman sekarang definisikan sebagai "status galau"
ya karna emang isinya ngegalauuuu mulu haha

sebenernya kata 'galau' ini udah ada dari beberapa abad yang lalu (mengutip kata kopel)
tapi entah kenapa sekarang jadi sangat sering disebut,
(bisa jadi karena waktu jaman baheula belum ada KBBI, jadi anak mudanya ga tau
di bahasa Indonesia ada kata galau #abaikan)
oke oke, untuk mempersingkat waktu, mending kita cari tau dulu apa artinya galau,

setelah gue searching dan tanya mbah google, inilah definisi galau yang gue dapet :
 Galau merupakan suatu perasaan dimana seseorang memikirkan hal-hal secara berlebihan, kemudian bingung ketika memikirkan apa yang harus dilakukan terhadap hal tersebut dengan pikirannya sendiri, sehingga emosi menjadi tidak stabil, pikiran pusing, lalu mendadak imsomnia. Galau juga perasaan emosi labil seseorang saat ia tidak dapat menentukan pilihan, takut akan yang terjadi nanti, apakah sesuai harapan atau tidak, benar atau salah ya…???, bimbang, dan gak’ percaya diri dengan apa yang sudah dipilih untuk menjadi sebuah pilihan dan keputusan akhir yang diambil.

ekstrim ga sih? padahal sekarang kalau orang putus cintaa gitu 
pasti dibilangnya lagi galau, pas punya masalah, bilangnya lagi galau,

ayolah guys, kita ini manusia, makhluk yang diliat dari sisi manapun,
tetap jadi makhluk yang paling sempurna yang Tuhan ciptain,
harusnya kita (manusia) yang menguasai keadaan, menguasai emosi,
bukan justru kebalikannyaaaa ..

ya gue juga bukannya mau so tua atau gimana, gue juga labil guys (hiks)
cuma bisa kali ya statusnya ga cuma diisi sama curhatan loo, itu sosnet menn, bukan diary (maaf)
apalagi kalau distatusnya ada angka angka, haduuhh mins gue nambah deh bacanya (maaf lagi)


well, ko ricky pernah share,
kebanyakan dari kita (dan termasuk gue) bilang , waktu kita sendiri adalah
waktu yang tepat buat ngegalau, padahal kalau kita mau sedikit mendengarkan logika,
saat kita sendiri itu harusnya jadi saat buat kita sama Tuhan.
lo ga bisa dong nyembah waktu banyak orang?
tentunya lo juga ga mau dong nangis di hadapan Tuhan tapi juga diliatin orang lain?

yah intinya kalau virus galau sedang menyerang anda,
antivirus yang dapan anda pakai adalaaahhh : doa
cara penggunaannya :
masuk kamar, kunci pintu, berlutut, tutup mata, doa!

ceritain deh apa yang jadi unek unek lo, keluh kesah lo, amarah lo, bahkan kepahitan lo.
Tuhan bukan cuma mau ngedengerin, tapi juga bakal ngasih penghiburan bahkan solusi,
ya dibanding lo numpahin semuanya di sosnet dan berujung dengan coment coment
kasian dari orang lain, atau ada 'stempel' baru yang nanti melekat di tubuh lo,
mending cerita ke Tuhan dong? dijamin aman deh, Tuhan ga bocor kok :D

jadi, lo masih bisa ngegalau, galau ngga dosa kok :D
cuma dalam porsinya yah, dan kalau bisa mending galaunya sama Tuhan,
dijamin ilang deh tu galau whehe
see you next time ya guys :)


*maaf kalau post kali ini sedikit ga nyambung atau susah dimengerti,
si penulis sedang ada dalam keadaan kurang stabil :D
dan mohon dimaafkan bila sedikit banyak menyinggung anda,
sungguh, tak bermaksud,
sesungguhnya saya sangat mengharapkan status status
terbaru dari anda *krik :DD

Kamis, 08 September 2011

Hari ini

Hari ini gue mau curhat.
Hari ini kebalikan dari kemaren.
Hari ini ga sebagus kemaren.
Hari ini beda sama kemaren.
Hari ini nyebelin dan kemaren ngga.
Hari ini belajar dan kemaren ngga.
Hari ini gue duduk di depan dan kemaren ngga duduk *ngek
Hari ini ngga halal bihalal sedangkan kmaren cuma halal bihalal
Hari ini pulang jam stengah tiga kurang dan kmaren pulang jam 12an
Hari ini cuma 1 guru yang ga ngajar sdangkan kmaren semuanya *karna emang ga ada KBM
Hari ini gue dan bella jadi *objek* guru dan kemaren ngga
Hari ini gue lupa bawa buku fisika dan kemaren ngga
Hari ini gue harus nyelesein laprak dan kemaren ngga
Hari ini gue ga ditawarin coklat dan kemaren ditawarin *ngek
Hari ini gue dijutekin dan kemaren juga *ngek
Hari ini gue pengen nangis dan kemaren ngga
Hari ini gue tiba tiba takut dan kemaren ngga
Hari ini gue ngepost dan kemaren ngga

okee, masih ada banyak 'Hari ini, Hari ini' yang lainnyaa,
kepenuhan kalau gue tulis.
Intinya gue lebih nyaman di Hari Kemaren dan bukan Hari ini,
tapi berhubung ga boleh ngeluh mending gue stop ngepost 'Hari ini'
dan lupakan hari kemaren,
terimakasih atas perhatiannya, wasalam~

Senin, 05 September 2011

Rumaahh

hari ini gue masih libur, kata anak anak sih masuknya tanggal 7,
tapi gue sih ga akan nolak kalau ternyata masuknya senen depan *ngarep
liburan ini katanya libur lebaran, berhubung sekolah baik sama gue,
jadi gue diliburin juga padahal gue ga ikutan lebaran *eh ikutan deng

hari senin kemaren ceritanya gue ikutan ikutan pulang kampung,
jadi pas pagi paginya gue caw deh dari cikarang ckck
gue perginya ke kuningan, ngga deng, majalengka sebenernya.
perjalanan kesana ngabisin waktu 5 jamm,
dan gue kesana ngelewatin jalan raya saudara saudara! *jrengjreng mulai gaje

seperti yang kita semua ketahui, di jalan raya pada umumnya
ada aspal, garis putih putus putus ditengahnya, dan trotoar,
jalan raya yang baik biasanya juga dilengkapi dengan zebra cross
okee mulai ke inti posting, jadi selama perjalanan, gue ga bisa tidur.
jadi gue putuskan untuk melihat ke luarrrr *yang ini ga penting banget

dan yang bisa gue liat dengan mata normal *tanpa kacamata*
adalah trotoar, gunung, pohon, tanah gersang, kuburan,
orang jalan, motor atau mobil yg lain, tukang dagang, dan rumah!

yippii gue ngeliat banyak banget rumah menn, dari yang gede sampe
yang imut imut gitu deh, dan gue mulai mikir,
kira kira rumah kaya apa ya yang bakalan gue tempatin,
atau gue beli, atau gue buat nanti setelah gue diizinkan untuk mandiri?

dan inilah rumah idaman gueee :D

gue sih ga minat sama rumah guedee, cape ngurusnya wkaka
dan gue juga ga pernah kepikiran buat make pembantu,
nyokap gue bilang cewe itu kodratnya jadi ema ema,
kalau tugas rumah aja dibantu orang, ya jadi ga 'utuh'
hha kolot ye? bodo ah~

nah jadi gue maunya halamannya aja yang luas,
biar bisa ditanemin banyak bungaa, kayanya seru aja gitu
ngeliat banyak tumbuhan hhe

gue juga ga mau rumah dengan tiang tiang gede kaya istana gitu,
kesannya terlalu gimanaa gitu, gue suka gaya minimalis aja hwhw
trus terasnya harus luas, biar enak buat maen bekel *eh
dan soal letak, gue ga mau punya rumah di daerah kota,
gue maunya di kampung aja, biar kalau lebaran ga usah pulkam #plak
hha lagian kayanya enak aja tinggal di desa, sejuk, ga bising sama kendaraan

dan satu hal yang ga boleh lupa, warnanya harus biru!
wkaka childish banget ya? bodo ah , rumah impian gue ini :p
apalagi yah? ehm, gue juga mau buat taman bermain ah di halamannya,
biar ada banyak anak kecil disanaa, trus harus ada tempat buat
perpus mini juga, itung itung mencerdaskan anak bangsa wkaka
dan kalau bisa ada kolamnya juga, gue mau miara kura kura :)

okee kayanya segitu aja deh, detail lainnya belum kepikiran,
yang ini ketinggian ga sih? bodo ah ketinggian juga,
namanya juga mimpi :D