aku begitu naif bila terus percaya semua tidak akan berubah.
nyatanya kini kamu telah bahagia dengan duniamu.
entah masih ada aku di pikiranmu atau bayangku pun telah menguap saat tawamu bersama mereka.
mungkin aku bodoh dengan mengira kita masih sama.
nyatanya kini aku merasa tak punya cukup hak untuk mengusik waktumu.
berdebat dengan kata, hanya memupuk luka.
melawan airmata, hanya menimbulkan sesak.
aku pernah mengeluh tentang ini.
tapi nyatanya kamu lebih nyaman seperti ini.
aku tak akan lagi menuntutmu sperti dulu.
jika keadaanmu yang sekarang lebih membuatmu nyaman.
mungkin ini tantangan untukku beradaptasi.
tapi jika aku tak mampu bertahan, jangan salahkan aku karna memilih pergi.
aku yang membenci perbedaan, dan kamu yang diam diam terus berubah.
ketika kita dipertemukan, wajar bila terjadi gesekan.
tapi bukankah lebih baik menghindar daripada terus tertekan?
kamu yang mengalah, atau aku yang berbalik arah? menjauhimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar