Masihkah aku diinginkan?
Masihkah aku didambakan?
Terhimpit waktu, mengorek luka yang ingin terabaikan.
Terdiam menanti tindakan, hingga matahari berlalu tak kutemukan perjuangan.
Sesak, lumpuh, terpaku pada kenyataan.
Dimana gerangan keajaiban?
Sesak. Lagi. Sendiri.
Dimana gerangan kamu yang berkata semua akan baik baik saja?
Sesak. Emosi yang tertuang dalam tulisan, tak sebanyak airmata yang aku keluarkan.
Dimana gerangan janji untuk bahgia?
Sesak. Semua takkan kembali. Hari itu telah pergi.
Dimana gerangan kita yang selalu kau agungkan?
Sesak, berteman dengan teori, sesak.
Dimana gerangan hari kita?
Sesak, lelah, takan ada lagi hari yang sama.
Dimana gerangan kau yang dulu?
Sesak, tertimpa kenangan yang takan terulang.
Dimana gerangan kau kemarin?
Sesak, masihkah aku ada dalam benak itu?
Dimana gerangan kasih yang kau miliki?
Sesak, semua mengabur; dan aku ingin tenggelam.
Dalam pahit, kesesakan. Menghilang. Tiada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar